Teras Kaca Pantai Nguluran

Jalan jalan di pantai memang menyenangkan. Bisa main pasir dan main air. Tapi ada juga lho kawan yang main ke pantai, hanya untuk nyari spot foto, tapi kurang suka dengan pasir dan air laut. Nah untuk golongan macam ini, Jogja menyediakan kalian sebuah pantai yang memenuhi keinginan untuk foto di pantai tapi tanpa main air dan main pasir.

Belum lama ini Gunungkidul memiliki lokasi wisata baru, yakni Jembatan Kaca Pantai Nguluran Gunungkidul.

Jika anda membayangkan bisa bermain air seperti di Pantai Sadranan, Pantai Baron, atau pantai lain di Gunungkidul, itu salah!!. Di pantai Nguluran anda hanya bisa melihat hamparan laut luas serta spot foto. Semua fasilitas itu adanya di atas tebing. Sekitar belasan meter dari permukaan air pantai.

Spot favorit di resort pantai ini adalah teras kaca. Teras kaca ini dapat dijadikan spot selfie dengan latar belakang pantai. Pengunjung akan mendapatkan foto yang sangat bagus dan indah untuk dipajang di IG, FB, atau media sosial lain.  Apalagi jika foto diambil saat sunset.

Saat berfoto di teras kaca, pengunjung akan merasakan sensasi yang menegangkan. Sensasi tegang ini timbul akibat teras kaca yang tepat berdiri di atas pinggir laut. Sensasi yang timbul seperti berjalan di atas seutas tali pada ketingian belasan meter di atas air laut. Namun tidak perlu kuatir, pihak pengelola menjamin keselematan para pengunjung, sepanjang tidak melanggar peraturan yang sudah di buat pihak pengelola.

Awalnya tempat ini sebenarnya di desain untuk resort pribadi, tidak ada rencana untuk tempat wisata publik. Resort ini sedianya hanya untuk keluarga saja. Namun karena ada beberapa warga yang sering foto di tempat tersebut dan akhirnya terlanjur viral di media sosial, jadinya makin banyak saja orang yang datang kelokasi tersebut untuk berfoto.

Jembatan Kaca Pantai Nguluran Gunung Kidul letaknya berada di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Lokasi dari Pantai ini sendiri juga tak jauh dari Pantai Gesing. Dari Pantai gesing sekitar 300 m ke arah barat.

Untuk mencapai lokasi wisata pantai Nguluran jogja ini, kita mengikuti rute jalan menuju ke Pantai Gesing, setelah itu tinggal lanjutkan perjalanan sekitar 300 meter ke arah barat.

Jika kebetulan memulai perjalanan dari pusat kota Yogyakarta, bisa dilakuakn dengan melalui Ringroad jalan Wonosari. Setelah melewati kawasan Piyungan, lanjutkan perjalanan menuju ke Patuk. Setelah sampai di lapangan terbang Gading, ambil arah kanan hingga masuk pasar Playen. Lanjutkan perjalan melalui Paliyan dan menuju ke Girikarto dan mencari lokasi Jembatan Kaca Pantai Nguluran Gunung Kidul ini. untuk rute perjalanan lebih jelasnya anda bisa buka Google Map.

Lokasi penuh spot foto ini dibuka untuk pengunjung mulai jam 09.00 pagi sampai jam 05.00 sore.

Untuk masuk kelokasi pantai ini, pengunjung dikenakan biaya sebesar 5 ribu rupiah. Sementara untuk parkir motor dikenakan pungutan 3 ribu rupiah dan mobil 5 ribu rupiah.

Untuk mengambil foto di spot teras kaca, dikenakan pungutan lain sebesar 20 ribu rupiah. Spot lain ada yang dikenakan tarif 10 ribu rupiah. Namun tidak semua spot ada biayanya, untuk spot dengan kontruksi “sederhana” seperti ayunan dan kursi indah tidak dikenakan biaya.

Karena merupakan destinasi baru dan awalnya hanya didesain untuk rumah liburan pribadi, bukan tidak didesain untuk objek kunjungan publik fasilitas disana masih minim. Namun melihat banyaknya antusias pengunjung yang tinggi, tidak menutup kemungkinan akan dibangun beberapa fasilitas yang dibutuhkan pengunjung.

Untuk saat ini ada beberapa fasilitas yang tersedia: Mushola, gazebo untuk duduk duduk, dan pendapa yang di dalamnya disediakan permainan tradisional congklak. Di dekat lokasi juga tersedia Warung/Restoran. Fasilitas utama di lokasi ini adalah Aneka spot swafoto yang instagramable.

Spot Foto Pantai Nguluran

1. Teras Kaca Pantai Nguluran

Datang berwisata ke pantai untuk santai, main pasir, dan main air,  itu sudah biasa. Kita bisa melakukannya di banyak tempat. Namun, beda dengan Pantai Nguluran di Girikarti. Panggang, Kabupaten Gunungkidul ini.

Pengunjung yang datang bisa mencoba uji nyali dan memacu adrenalin. Caranya dengan naik gardu pandang yang terbuat dari kaca. Kamu bisa melihat lautan yang berombak belasan meter tepat di bawah kaki kita.

Suara ombaknya saja bisa langsung menciutkan nyali, jika kita termasuk orang yang takut dengan ketinggian. Meski begitu, melihat pemandangan dari sini patut dicoba.

Walau mendebarkan, tempat ini aman. Bahan yang digunakan untuk membuat teras kaca, yakni kaca setebal 1.3 cm  telah memenuhi standar kekuatan. Juga ditopang kontruksi baja yang kuat. Intinya, kita tidak perlu khawatir dengan keamanannya.

2. Glass Boat

Glass boat mirip dengan teras kaca. Sama sama gardu pandang tepi tebing yang menjorok ke arah perairan yang ada belasan meter di bawahnya. Sesuai namanya glass boat berbentuk haluan kapal dengan dasar dari kaca. Bisa ditebak, pose pafotir di glass boat inia dalah pose berpelukan iconic ala film Titanic.

3. Jogja Swing

Jogja swing juga cukup memompa adrenalin. Spot ini berupa ayunan tali panjang yang dipasang di sisi tebing. Sehingga ketika berajun, pengunjung akan melewati tepi tebing dan melayang diatas jurang sedalam belasan meter. Bagi sebagian pengunjung, spot ini justru lebih “menakutkan” dari pada sekedar berpose diam di atas glass boat atau teras kaca.

4. Becak Terbang

Becak terbang, berupa spot foto berbentuk mode transportasi tradisional. Bedanya becak ini ada ornamen sayap. Dengan penempatan di atas landasan yang tinggi dan berlatar lautan lepas, hasil foto akan memberikan kesan menaiki becak terbang

5. Giant Chair

Jika kita takut ketinggian sehingga tidak cukup kuat mental untuk naik teras kaca atau Glass  boat, ada pilihan lain yang juga tidak kalah seru. Yaitu Giant Chair. Ojek foto berbentuk kursi raksasa setinggi lebih dari 5 meter ini dapat diperguankan sebagai gardu pandang sekaligus spot pengambilan foto.

6. Spot Lain

Ada spot lain berupa kursi panjang berhadap hadapan, yang tersusun dari bahan logam. Kedua kursi terhubung dengan kubah rangkaian besi yang dihiasi dengan tumbuhan merambat imitasi.

Ada juga semacam mainan anak anak, yang justru menjadi sangat indah dipakai tempat foto, karena didukung oleh latar lautan lepas dari atas tebing.