Goa Pindul

Goa pindul

Di Gunungkidul memang banyak sekali destinasi wisata yang indah sekaligus sangat menakjubkan yang cocok bagi para traveling. Salah satu destinasi yang ada di Gunungkidul yaiu Gua Pindul. Gua Pindul ini sendiri adalah wisata alam susur Gua dengan aliran sungai  yang ada disepanjang lorong Gua. Gua Pindul ini termasuk salah satu kategori minat khusus yang ada di Yogyakarta. Gua Pindul terbentuk secara alami dan tidak ada campur tangan manusia sedikitpun yang mungkin terbentuk berjuta-juta tahun yang lalu sebelum masehi dan kealamiannya masih dijaga sampai sekarang. Sebelum menjadi obyek wisata, Gua pindul dijadikan tempat untuk beraktivitas warga sekitar, seperti mandi, mencuci pakaian, dikarenakan airnya yang masih bersih dan selalu mengalir yang tak terkontaminasi oleh limbah pabrik dan lainnya.

Aktivitas lainnnya yang dilakukan oleh para warga yaitu memancing, disana banyak ikan yang berhabitat dan warga sekitar mencarinya sebagai lauk makan mereka sehari-hari. Gua pindul ini berasal dari kisah perjalanan utusan dari Panembahan Senopati Mataram yang bernama Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan untuk membunuh bayi laki-laki dari Putri Panembahan Senopati. Pada saat perjalanan, kedua abdi tersebut sepakat antara satu sama lain untuk tidak membunuh bayi tersebut. Mereka berdua akhirnya pergi kearah timur yang disana adalah daerah Gunungkidul, sementara itu bayi yang dibawa terus menangis, kedua utusan itupun memutuskan untuk memandikan sang bayi. Lalu Ki Juru Mertani naik ke salah satu bukit yang ada disana dan menginjak tanah di puncak bukit.

Kemudian dengan kesaktian yang dimiliki tanah yang diinjak pun runtuh dan membuat sebuah lubang besar dengan aliran air dibawahnya. Sang bayi pun dimandikan di dalam gua di lubang tadi, pada saat dimandikan pipi bayi tersebut terbentur batu yang ada didalamnya. Dalam bahasa jawa terbentur adalah kebendul. Sejak peristiwa itu akhirnya gua itu dinamakan Gua Pindul (Pipi Kebendul). Banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan di Gua Pindul, yaitu River Tubing Sungai Oyo, Susur Goa Baru, Susur Goa Gelatik, Susur Goa Sriti.

Salah satu kegiatan disana adalah Cave Tubing Gua Pindul. Gua ini memiliki kedalaman air hingga 5-12 meter, panjang sekitar 350 meter dengan lebar hingga 5 meter, dan jarak permukaan air dengan atap gua sekitar 4 meter. Dalam gua ini memiliki 3 zona, yaitu zona terang, zona remang, dan zona gelap. Waktu tempuh yang digunakan untuk cave tubing sekitar 45 menit. Disana kita juga dapat berfoto di dengan latar belakang gua yang menakjubkan.

Apabila anda ingin berkunjung ke Yogyakarta dengan mudah dan hemat, bisa memesan paket wisata jogja di DolanSelalu.

Lokasi Gua Pindul ini sudah termasuk mudah untuk dijangkau oleh para pengunjung karena jalan untuk menuju ke Gua Pindul ini sudah bagus, layak serta cukup aman untuk dilewati, tetapi lokasi Taman Sungai Mudal ini cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Alamat Gua Pindul ini tepatnya berada di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Rute menuju Gua Pindul ini sangat mudah untuk dijangkau. Jika anda dari pusat kota Yogyakarta ke arah timur melewati Jalan KH. Ahmad Dahlan menuju Jalan Pangurakan, lalu jalan terus melewati Jalan Kusumanegara, sampai di perempatan ke arah selatan melewati Jalan gedongkuning, lalu jalan terus sampai di perempatan ke arah timur melewati Jalan Wonosari, kemudian lurus terus melewati Jalan Nasional III, sampai di pertigaan belok ke arah barat kemudian ikuti terus jalan yang ada, sampai di pertigaan ke arah selatan melewati Jalan Nasional III, kemudian jalan terus sampai di pertigaan ke arah timur melewati Jalan Alternatif Karangmojo, lalu ikuti jalan yang ada sampai di perempatan ke arah timur melewati Jalan Goa Pindul pos-2, sampai di pertigaan ke arah timur tetap mengikuti Jalan Goa Pindul pos-2, ikuti terus jalan yang ada hingga anda akan sampai di Gua Pindul.

Jarak dari pusat kota Yogyakarta ke Gua Pindul lumayan jauh yaitu sekitar 41,8 kilometer dan waktu tempuh normal kendaraan bermotor dari pusat Kota Jogja menuju Gua Pindul sekitar 1 jam 21 menit.

Harga tiket retribusi masuk ke kawasan Gua Pindul hanya dikenakan Rp 10.000/orang

Sedangkan untuk biaya parkir di Gua Pindul yaitu:

  1. Sepeda Motor = Rp 2000
  2. Mobil = Rp 5000
  3. Micro Bus = Rp 10.000
  4. Bus = 15.000

Untuk tiket objek wisata telah disediakan berbagai harga yaiu:

  1. Cave Tubing : Rp 40.000/orang
  2. River Tubing Sungai Oyo : Rp 50.000/orang
  3. Susur Goa Baru : Rp 35.000/orang
  4. Susur Goa Gelatik : Rp 30.000/orang
  5. Susur Goa Sriti : 35.000/orang

Fasilitas di Gua Pindul ini sudah lumayan lengkap bagi para pengunjung yang ingin pergi ke Gua Pindul, diantaranya adalah:

 

  • Jaket pelampung
  • Ban karet
  • Jasa pemandu
  • Welcome drink
  • Pelindung kepala
  • Tabung oksigen
  • Rumah Makan
  • Area parkir
  • Penginapan

Teras Kaca

Teras Kaca Pantai Nguluran

Jalan jalan di pantai memang menyenangkan. Bisa main pasir dan main air. Tapi ada juga lho kawan yang main ke pantai, hanya untuk nyari spot foto, tapi kurang suka dengan pasir dan air laut. Nah untuk golongan macam ini, Jogja menyediakan kalian sebuah pantai yang memenuhi keinginan untuk foto di pantai tapi tanpa main air dan main pasir.

Belum lama ini Gunungkidul memiliki lokasi wisata baru, yakni Jembatan Kaca Pantai Nguluran Gunungkidul.

Jika anda membayangkan bisa bermain air seperti di Pantai Sadranan, Pantai Baron, atau pantai lain di Gunungkidul, itu salah!!. Di pantai Nguluran anda hanya bisa melihat hamparan laut luas serta spot foto. Semua fasilitas itu adanya di atas tebing. Sekitar belasan meter dari permukaan air pantai.

Spot favorit di resort pantai ini adalah teras kaca. Teras kaca ini dapat dijadikan spot selfie dengan latar belakang pantai. Pengunjung akan mendapatkan foto yang sangat bagus dan indah untuk dipajang di IG, FB, atau media sosial lain.  Apalagi jika foto diambil saat sunset.

Saat berfoto di teras kaca, pengunjung akan merasakan sensasi yang menegangkan. Sensasi tegang ini timbul akibat teras kaca yang tepat berdiri di atas pinggir laut. Sensasi yang timbul seperti berjalan di atas seutas tali pada ketingian belasan meter di atas air laut. Namun tidak perlu kuatir, pihak pengelola menjamin keselematan para pengunjung, sepanjang tidak melanggar peraturan yang sudah di buat pihak pengelola.

Awalnya tempat ini sebenarnya di desain untuk resort pribadi, tidak ada rencana untuk tempat wisata publik. Resort ini sedianya hanya untuk keluarga saja. Namun karena ada beberapa warga yang sering foto di tempat tersebut dan akhirnya terlanjur viral di media sosial, jadinya makin banyak saja orang yang datang kelokasi tersebut untuk berfoto.

Jembatan Kaca Pantai Nguluran Gunung Kidul letaknya berada di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Lokasi dari Pantai ini sendiri juga tak jauh dari Pantai Gesing. Dari Pantai gesing sekitar 300 m ke arah barat.

Untuk mencapai lokasi wisata pantai Nguluran jogja ini, kita mengikuti rute jalan menuju ke Pantai Gesing, setelah itu tinggal lanjutkan perjalanan sekitar 300 meter ke arah barat.

Jika kebetulan memulai perjalanan dari pusat kota Yogyakarta, bisa dilakuakn dengan melalui Ringroad jalan Wonosari. Setelah melewati kawasan Piyungan, lanjutkan perjalanan menuju ke Patuk. Setelah sampai di lapangan terbang Gading, ambil arah kanan hingga masuk pasar Playen. Lanjutkan perjalan melalui Paliyan dan menuju ke Girikarto dan mencari lokasi Jembatan Kaca Pantai Nguluran Gunung Kidul ini. untuk rute perjalanan lebih jelasnya anda bisa buka Google Map.

Lokasi penuh spot foto ini dibuka untuk pengunjung mulai jam 09.00 pagi sampai jam 05.00 sore.

Untuk masuk kelokasi pantai ini, pengunjung dikenakan biaya sebesar 5 ribu rupiah. Sementara untuk parkir motor dikenakan pungutan 3 ribu rupiah dan mobil 5 ribu rupiah.

Untuk mengambil foto di spot teras kaca, dikenakan pungutan lain sebesar 20 ribu rupiah. Spot lain ada yang dikenakan tarif 10 ribu rupiah. Namun tidak semua spot ada biayanya, untuk spot dengan kontruksi “sederhana” seperti ayunan dan kursi indah tidak dikenakan biaya.

Karena merupakan destinasi baru dan awalnya hanya didesain untuk rumah liburan pribadi, bukan tidak didesain untuk objek kunjungan publik fasilitas disana masih minim. Namun melihat banyaknya antusias pengunjung yang tinggi, tidak menutup kemungkinan akan dibangun beberapa fasilitas yang dibutuhkan pengunjung.

Untuk saat ini ada beberapa fasilitas yang tersedia: Mushola, gazebo untuk duduk duduk, dan pendapa yang di dalamnya disediakan permainan tradisional congklak. Di dekat lokasi juga tersedia Warung/Restoran. Fasilitas utama di lokasi ini adalah Aneka spot swafoto yang instagramable.

Spot Foto Pantai Nguluran

1. Teras Kaca Pantai Nguluran

Datang berwisata ke pantai untuk santai, main pasir, dan main air,  itu sudah biasa. Kita bisa melakukannya di banyak tempat. Namun, beda dengan Pantai Nguluran di Girikarti. Panggang, Kabupaten Gunungkidul ini.

Pengunjung yang datang bisa mencoba uji nyali dan memacu adrenalin. Caranya dengan naik gardu pandang yang terbuat dari kaca. Kamu bisa melihat lautan yang berombak belasan meter tepat di bawah kaki kita.

Suara ombaknya saja bisa langsung menciutkan nyali, jika kita termasuk orang yang takut dengan ketinggian. Meski begitu, melihat pemandangan dari sini patut dicoba.

Walau mendebarkan, tempat ini aman. Bahan yang digunakan untuk membuat teras kaca, yakni kaca setebal 1.3 cm  telah memenuhi standar kekuatan. Juga ditopang kontruksi baja yang kuat. Intinya, kita tidak perlu khawatir dengan keamanannya.

2. Glass Boat

Glass boat mirip dengan teras kaca. Sama sama gardu pandang tepi tebing yang menjorok ke arah perairan yang ada belasan meter di bawahnya. Sesuai namanya glass boat berbentuk haluan kapal dengan dasar dari kaca. Bisa ditebak, pose pafotir di glass boat inia dalah pose berpelukan iconic ala film Titanic.

3. Jogja Swing

Jogja swing juga cukup memompa adrenalin. Spot ini berupa ayunan tali panjang yang dipasang di sisi tebing. Sehingga ketika berajun, pengunjung akan melewati tepi tebing dan melayang diatas jurang sedalam belasan meter. Bagi sebagian pengunjung, spot ini justru lebih “menakutkan” dari pada sekedar berpose diam di atas glass boat atau teras kaca.

4. Becak Terbang

Becak terbang, berupa spot foto berbentuk mode transportasi tradisional. Bedanya becak ini ada ornamen sayap. Dengan penempatan di atas landasan yang tinggi dan berlatar lautan lepas, hasil foto akan memberikan kesan menaiki becak terbang

5. Giant Chair

Jika kita takut ketinggian sehingga tidak cukup kuat mental untuk naik teras kaca atau Glass  boat, ada pilihan lain yang juga tidak kalah seru. Yaitu Giant Chair. Ojek foto berbentuk kursi raksasa setinggi lebih dari 5 meter ini dapat diperguankan sebagai gardu pandang sekaligus spot pengambilan foto.

6. Spot Lain

Ada spot lain berupa kursi panjang berhadap hadapan, yang tersusun dari bahan logam. Kedua kursi terhubung dengan kubah rangkaian besi yang dihiasi dengan tumbuhan merambat imitasi.

Ada juga semacam mainan anak anak, yang justru menjadi sangat indah dipakai tempat foto, karena didukung oleh latar lautan lepas dari atas tebing.

HeHa Sky View

HeHa Sky View

Halo Sahabat Dolan, kali ini kami ingin menceritakan sesuatu tentang lokasi wisata terbaru yang di ada Yogyakakarta tepatnya di Kabupaten Gunungkidul. Nama tempat wisata ini adalah Heha Sky View. Tempat ini baru saja di buka pada bulan ini dan langsung menyedot perhatian para penikmat wisata dikarenakan di sini menawarkan pemandangan alam yang sangat memanjakan mata.

Di Heha Sky View kalian bisa menikmati pemandangan kota jogja dari sudut lain dan juga gagahnya gunung merapi serta eloknya pemandangan sunset yang sangat memanjakan mata. Sebenarnya ini adalah restoran yang terdiri dari 3 lantai. Namun restoran ini juga menyediakan taman dan juga spot foto selfie.

Nama Heha sendiri diambil dari nama depan selaku pemilik resto dan juga partner bisnisnya. Walaupun tempat ini baru di buka namun antusiasme para pengunjung untuk berfoto di tempat ini sudah banyak sekali.

Untuk lokasinya berada di Jl. Dlingo-Patuk No.2, RT.001/RW.001 Desa, Patuk, Kec. Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55862. Dari kota jogja dibutuhkan waktu sekitar 30-40 menit tergantung kondisi jalan macet atau tidaknya.

Jika kalian ingin berkunjung ke tempat ini, kalian bisa mengikuti rute berikut :

  • Dari Kota Jogja arahkan kendaraan anda menuju Jalan Wonosari
  • Lurus ke timur sampai ke Piyungan lalu naik ke atas menuju bukit bintang
  • Tetap ikuti jalan tersebut sampai menemukan pos PJR Patuk
  • Belok ke kanan sampai menemukan pertigaan
  • Dari pertigaan tersebut ambil arah ke kanan dan lurus saja sampai menemukan lokasi wisatanya

Jika masih bingung kalian bisa menggunakan bantuan Google Maps agar mempermudah perjalanan kalian.

Untuk tiket masuk di Heha sky view jogja adalah Rp10.000 dan Rp15.000 untuk jam 16.30 ke atas. Sedangkan untuk jam buka Heha sky view mulai pukul 10.00 -23.00.

Obyek Yang di Tawarkan

– Spot foto selfie

Di sini banyak sekali spot untuk berfoto selfie salah satunya yang diburu pengunjung adalah Sky Glass. Kalian bisa berfoto dengan background pemandangan alam yang sangat indah dan memanjakan mata.

– Taman

Selain spot foto di sini juga disediakan taman yang semakin menambah cantik tempat wisata yang kece ini.

– Tempat Menikmati Sunset

Jika kalian para penikmat sunset di sinilah tempat yang paling cocok untuk berburu sunset. Kamu bisa melihat pemandangan sunset dengan begitu jelas.

– Menikmati dinginnya malam dan Keindahan Kota Jogja

Saat malam hari dari  Heha Sky View kalian bisa menikmati gemerlapnya lampu kota jogja dan juga sumilirnya angin ditambah dinginnya malam yang menambah sensasi tersendiri ketika berada di tempat ini.

Hutan Pinus Pengger

Hutan Pinus Pengger

Kawasan Hutan Pinus Dlingo Bantul saat ini menjadi tujuan favorit wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, salah satunya adalah Hutan Pinus Pengger, dulunya hanya dikenal sebagai hutan pinus biasa yang gelap, sunyi dan menyeramkan, kini berubah menjadi salah satu destinasi wisata Hutan Pinus terbaik di kawasan Dlingo Bantul Yogyakarta. Tidak hanya siang hari saja wisatawan mengunjungi hutan pinus ini melainkan malam hari pun masih banyak wisatawan yang mengunjungi Hutan Pinus Pengger ini. Alasan utama wisatawan tetap datang saat malam hari adalah karena letaknya yang berada di perbukitan, dari sini anda dapat melihat indahnya pemandangan lampu kota Yogyakarta.

Hutan Pinus Pengger ini adalah efek positif atas keberhasilan pendahulunya yaitu Hutan Pinus Asri yang juga berada dalam satu kawasan di daerah Dlingo Bantul Yogyakarta, kreativitas masyarakat sekitar mengembangkan Hutan Pinus Pengger menjadi destinasi wisata pun berbuah manis, pengelola pun menyadari harus terdapat pembeda antara hutan pinus satu dengan lainnya agar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pembeda tersebut adalah dipasangnya berbagai instalasi seni beragam bentuk yang dibuat menggunakan ranting pohon yang sudah kering, yang paling iconic adalah instalasi seni berupa tangan raksasa berlatarkan pemandangan indah panorama Kota Yogyakarta yang sekaligus menjadi spot untuk berfoto bagi wisatawan yang berkunjung di Hutan Pinus Pengger.

Tidak hanya instalasi seni berupa tangan raksasa saja yang menghiasi Hutan Pinus Pengger melainkan terdapat beberapa instalasi seni serupa namun dengan bentuk yang berbeda seperti sapu raksasa, sangkar burung dan ada yang berbentuk setengah lingkaran menyerupai gapura. Dalam setiap instalasi seni tersebut memiliki makna yang berbeda-beda sesuai dengan bentuk masing-masing yang diberikan oleh sang seniman yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan di Hutan Pinus Pengger.

Selain instalasi seni di Hutan Pinus Pengger ini terdapat gardu pandang untuk menikmati indahnya pemandangan perbukitan hingga panorama Kota Yogyakarta, anda juga bisa menyewa sebuah hammock atau tempat tidur gantung yang diikatkan pada pohon pinus, jika ingin yang lebih menantang anda bisa menyewa hammock bersama teman-teman dan membuatnya bertingkat atau membuat hammock tower sesuai jumlah teman anda, semakin banyak tentunya akan semakin tinggi hammock tower anda. Hal tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri di Hutan Pinus Pengger ini.

Lokasi Hutan Pinus Pengger ini berada lumayan jauh dari pusat Kota Jogja, tepatnya berada di sebelah tenggara Kota Jogja. Karena letaknya yang berada diperbukitan jalan yang harus ditempuh pun cukup menantang yaitu berliku dan menanjak, untuk kondisi jalan sudah cukup bagus meskipun terdapat jalan yang tidak rata atau berlubang di beberapa ruas jalan menuju lokasi Hutan Pinus Pengger.

Alamat Hutan Pinus Pengger berada di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Rute menuju Hutan Pinus Pengger jika dari arah Kota Yogyakarta anda harus menempuh perjalanan menuju Jalan Jogja-Wonosari hingga naik menanjak menuju arah Patuk, Gunungkidul. Sesampainya di perempatan Koramil Patuk belok ke kanan menuju jalan Patuk-Dlingo, setelah masuk di jalan Patuk- Dlingo dijamin anda tidak akan bosan karena terdapat pemandangan yang indah disepanjang rute menuju Hutan Pinus Pengger.

Jarak dari Kota Jogja ke Hutan Pinus Pengger kurang lebih adalah 22 KM dan waktu tempuh normal kendaraan bermotor dari Kota Jogja menuju Hutan Pinus Pengger sekitar 44 menit.

Harga tiket masuk Hutan Pinus Pengger sangat terjangkau.Untuk dapat masuk ke area Hutan Pinus Pengger saat ini anda dikenakan biaya sebesar Rp2.500 perorang. Sedangkan untuk harga parkir Hutan Pinus Pengger untuk sepeda motor yaitu Rp2.000 dan Mobil Rp5.000.

Fasilitas Hutan Pinus Pengger saat ini sudah cukup lengkap bagi bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi Hutan Pinus Pengger, diantaranya adalah:

Wahana Hutan Pinus Pengger

  • Beberapa instalasi seni yang juga merupakan spot foto
  • Sewa Hammock
  • Gardu Pandang

Fasilitas Pendukung Hutan Pinus Pengger

  • Mushola
  • Food court atau pusat kuliner
  • Tempat parkir
  • Toilet
Open Chat
1
Hallo dengan saya Andi, ingin penawaran menarik? yuk langsung chat saya